HAL-HAL YANG “BOLEH DAN TIDAK BOLEH” DILAKUKAN DI NEGARA JEPANG

1. Mendorong orang masuk ke dalam kereta pada saat terburu-terburu

Biasanya pada jam-jam tertentu, ada kalanya kereta terisi dengan banyak penumpang dan biasanya mereka saling dorong-dorongan dan desak-desakan di dalam kereta. Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi orang-orang Jepang dan pada saat bersamaan mereka juga akan meminta maaf kepada penumpang yang didorong.

2. Berteriak di dalam restoran

Pada saat berkunjung ke Negara Jepang, janganlah heran jika anda mendengar orang berteriak di dalam restoran, seperti: SUMIMASEN! Yang artinya EXCUSE ME! Ini adalah ekspresi orang Jepang ketika memanggil pelayan-pelayan restoran dan mereka akan segera datang untuk melayani anda. Ini adalah hal normal dan telah lama ada di kebudayaan Jepang. Kebiasaan ini boleh ditiru pada saat anda berkunjung ke Negara Jepang.

3. No TIPPING

Orang-orang Jepang tidak mempunyai kebiasaan untuk memberikan TIPS kepada pelayan restoran/ toko. TIPPING di Jepang dianggap hal yang tidak sopan, sangat bertentangan dengan status seseorang dan dianggap hal yang paling merendahkan. Karena kebiasaan yang baik ini, industri-industri service di Jepang, seperti Hotel & Restoran menjadi ikon terbaik di dunia.

4. Menyatakan masalah/ perasaan secara tidak langsung

Orang-orang Jepang pada dasarnya tidak menyukai konflik antar sesamanya. Mereka biasanya tidak terang-terangan mengungkapkan permasalahan di depan orang lain. Biasanya complain juga dibuat dalam bentuk sindiran, tetapi bukan di dalam artian negative, hanya saja mereka ingin lebih sopan terhadap orang lain dalam menyatakan complain/ komen-komen.

5. Menyela pada saat orang lain sedang berbicara

Ketika berbicara dengan orang Jepang, anda akan sering melihat mereka menyela antara satu sama lain di mana di Indonesia di anggap tidak sopan. Tetapi hal ini terjadi dan sudah mendarah daging di Jepang. Menyela atau mengganggu pada saat orang lain berbicara dianggap hal yang positif, ini mengartikan bahwa anda tertarik dengan topik perbincangan tersebut dan putting your best attention towards their story.

6. No door-holding untuk orang lain

Membukakan dan memegang pintu bagi orang lain sering dilakukan di Negara Indonesia, seperti: membukakan pintu mobil oleh sang lelaki ataupun membukakan pintu hotel/ restoran. Di Negara kita, hal ini sudah mendarah daging dan memiliki artian “being gentlemen” dan seorang gentlemen harus membukakan pintu untuk sang wanitanya. Tetapi hal ini bertentangan dengan kebiasaan di Jepang, sang lelaki tidak pernah membukakan pintu bagi wanitanya, karena mereka berpikir membukakan pintu tidak ada kaitannya dengan “being gentlemen”.

7. Mengeluarkan suara ketika makan

Nah hal lain yang dianggap tidak sopan di Indonesia adalah mengeluarkansuara ketika sedang mengunyah makanan. Tetapi di Negara Jepang justru biasa dilakukan untuk menyatakan rasa hormat kepada orang yang memasak makanan. Misalnya pada saat makan di restoran, mereka dapat mengeluarkan suara yang lumayan keras pada saat mengunyah.

 

Facebook Comments

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>