Tag Archives: from

Vivaldi Park (Ski Slopes di Provinsi Gangwondo) dari Seoul, Korea Selatan

Selamat datang ke Vivaldi Park,

Vivaldi Park, Ski Resort
Vivaldi Park, Ski Resort

Ketika kita sedang berpikir tentang winter, pertama kali yang keluar dari pikiran kita adalah cuaca dingin dengan butiran-butiran salju yang jatuh dari atas langit. Bagi kamu yang ingin menikmati pengalaman tak terlupakan di Korea, datanglah ke Provinsi Gongwondo. Di sini terdapat beberapa ski resorts yang terkenal, salah satunya adalah Vivaldi Park.

Biasanya musim dingin di Vivaldi Park bermula di bulan Desember dan berakhir di bulan Maret, bergantung pada keadaan cuaca. Vivaldi Park selalu ramai dikunjungi turis lokal dan asing di bulan Desember. Perjalanan ke Vivaldi Park dari Seoul akan menempuh waktu selama 2 jam dengan menggunakan shuttle bus. Vivaldi Park sudah menambah jumlah lereng-lereng ski begitu juga dengan jumlah liftnya, sehingga dapat menampung pengunjung lebih banyak. Kebanyakkan anak-anak muda datang ke Vivaldi Park di malam hari karena ingin menikmati pemandangan yang berbeda yang didukung dengan suasana romantis. Bagi yang sudah berkeluarga, banyak dari mereka yang berkunjung ke Vivaldi Park untuk menghabiskan waktu bersama pasangan dan anak-anaknya.

JADWAL SHUTTLE BUS KE VIVALDI PARK DARI SEOUL, KOREA SELATAN:

6.10 pagi : Di depan Shinchon Hyundai Department Store
6.20 pagi : Di depan Kookmin Bank di Stasiun Yeoido (EXIT 2)
6.50 pagi : Di Hyundai Department Store’s parking lot di Stasiun Apgujeong
9.00 pagi : Di Stasiun Shinchon (antara EXIT 5 & 6)
9.10 pagi : Di depan Korea Export Insurance Corporation Building sebelah Gwanghwanoon Post Office
9.25 pagi : Di Stasiun Dongdaemun (antara EXIT 4 & 5)
9.30 pagi : Di depan Kookmin Bank di Stasiun Yeido (EXIT 2)
10.10 pagi : Di depan Yeoksam Building, 50 meter dari Stasiun Gangnam (EXIT 1)
03.00 sore dan 10.00 malam : 50 meter dari Stasiun Sports Complex (EXIT 1)
**shuttle bus pukul 10.00 malam tidak tersedia pada hari senin**

Vivaldi Park adalah ski resort pertama di Korea yang dilengkapi dengan lift yang dapat menampung 8 orang dan memiliki 13 lereng ski. Lereng-lereng skinya dapat dikunjungi di malam hari sampai tengah malam lho. Banyak anak-anak muda yang datang pada malam hari.
Bagi kamu yang berencana stay overnight di Vivaldi Park, kamu dapat menyewa condominium atau hostel yang berdekatan dengan lereng ski, dalam 1 unit bisa diisi 4 sampai 10 orang. Disarankan untuk booking jauh-jauh hari, karena kalau last minute sangatlah tidak mungkin, hotel nya sudah penuh. Ada beberapa jenis kamar bergantung dengan kebutuhan kamu masing-masing.

vp_oak_royalsuite_05
Oak Royal Suite
vp_cherry_cooking_04
Cherry Royal Suite
vp_youth_b_01
Youth Hostel
vp_cherry_cooking_02
Cherry Royal Suite Kitchen

JADWAL WAKTU BEROPERASI VIVALDI PARK:

Pagi 8.30 – 12.30
Siang 12.30 – 16.30
Malam 18.00 – 22.00
Tengah malam 22.00 – 24.00
Subuh Pagi 24.00 – 5.00

Kondisi lereng-lereng skinya sangat baik pada saat subuh dan pagi. Biasanya di siang hari salju-saljunya sudah mencair dikarenakan banyaknya jumlah pengunjung yang datang di waktu siang dan sedikit susah untuk bermain ski atau snowboard.
Bermain ski/snowboard di malam hari atau tengah malam dapat menjadikan pengalaman kamu lebih unik, karena salju nya bersinar di bawah cahaya-cahaya lampu.

JADWAL WAKTU BEROPERASI LIFT DAN HARGANYA:

Pagi + Malam (8.30 ~ 16.30): KRW55,000
Siang + Malam (12.30 ~ 22.00): KRW70,000
Pagi + Siang + Malam (8.30 ~ 22.00): KRW78,000
Malam + Tengah Malam (18.00 ~ 24.00): KRW53,000
Tengah Malam + Subuh Pagi (22.00 ~ 5.00): KRW45,000
Malam + Tengah Malam + Subuh Pagi (18.00 ~ 5.00): KRW65,000
Pagi (8.30 ~ 12.30): KRW39,000
Siang (12.30 ~ 16.30): KRW43,000
Malam (18.00 ~ 22.00): KRW43,000
Tengah Malam (22.00 ~ 24.00): KRW31,000
Subuh Pagi (24.00 ~ 5.00): KRW35,000
Single Ticket: KRW9,000
**Pengunjung bebas menggunakan servis kereta gantung dan lift selama tiket masih berlaku pada jam-jam tertentu**

INFO TAMBAHAN UNTUK MEMBELI DAN MENYEWA ALAT PERLENGKAPAN SNOWBOARD/ SKI:

1. Tiket untuk menyewa papan snowboard (KRW55,000: Pagi & Malam)
2. Pakaian Ski disewakan dengan harga KRW17,000
3. Sarung tangan harus dibeli oleh pengunjung (tidak disewakan) mulai dari KRW10,000-KRW100,000
4. Tas tangan atau barang-barang milik pribadi bisa disimpan di lockers (menggunakan koin)

AKOMODASI-AKOMODASI LAINNYA:

1. Fast Food/ Snacks/ Restoran

Kalau kamu merasa lapar dan ingin makan, tidak usah berpikir terlalu lama, karena Vivaldi Park menyediakan Food Court, menu nya beragam lho, ada Western dan Japanese food, letaknya di gedung utama dan di dalam resort. Kamu juga bisa membeli Korean snacks di Country Market yang harganya relatif murah dan menunya bervariasi, seperti: gukbap, seolleongtang,kimchi jjigae, churros, udong, okonomiyak, dan masih banyak lagi dengan harga KRW4,000 – KRW6,000.

Bagi kamu yang terbiasa makan di restoran, tempat ini wajib dikunjungi,namanya Restoran Chinese Palace, menu yang paling terkenal di sini adalah Korean food nya: jajangmyeon KRW6,000, Samseon-jjamppong KRW8,000, Tangsuyuk KRW18,000, dan Saeu-bokkeumbap KRW7,000. Restoran Chinese Palace berlokasi di basement level of the Oak Resort.

Bagi pasangan muda yang ingin mendapatkan suasana romantis, kunjungilah Sky Lounge at the top of the peak. Di sini kamu dan pasanganmu bisa menikmati candle light dinner with live guitar music and a warm fireplace. Dari Sky Lounge kamu bisa melihat pemandangan resort yang indah. Di sini kamu bisa memesan menu, seperti: steak, bulgogi-deopbap, spaghetti, salad, cocktail, dan minuman beralkohol. Restoran ini beroperasi pada pukul 8.30 pagi – 10.00 malam (waktu Korea).

Ada satu restoran tradisional Korean terkenal di Vivaldi Park, namanya Hanjeongsik Restoran Biwon, buka pada pukul 12 siang – 10 malam (waktu Korea). Restoran ini selalu ramai baik di jam makan siang ataupun di waktu makan malam, jadi para pengunjung harus membuat reservasi 2 jam lebih awal. Mereka menyediakan galbi-gui jeongsik, minimum-jangeo jeongsik, bibimbap, Korean pancake dan masih banyak lagi. Harganya juga sedikit lebih mahal, mulai dari KRW50,000 – KRW90,000.

Bagi kamu yang ingin membeli mie istant, jangan khawatir, karena di lantai bawah resort, terdapat sebuah supermarket yang menjual berbagai macam makanan, buah-buahan, sayuran, roti dan pastry, minuman dan kebutuhan lainnya. Supermarket ini buka 24 jam.

2. Global Village Folk Museum
Kamu dapat mengunjungi Museum Tradisional di Vivaldi Park. Karena lokasi museumnya di atas gunung, kamu harus naik gondola (kereta gantung) ya. Kamu juga harus membeli tiket gondola terlebih dulu. Di Global Village Folk Museum ini, para pengunjung sapat melihat pakaian-pakaian adat tradisional dari beberapa negara, makanan & minuman tradisional, alat-alat musik, topeng dan boneka. Biaya tiket masuk ke dalam Museum adalah KRW2,000 untuk orang dewasa dan KRW1,000 untuk anak-anak.

3. Bowling
Vivaldi Park tidak hanya menyediakan skiing and snowboarding, bagi pecinta olahraga bowling, kamu dapat bermain di sini. Fasilitas bowling ini buka dari pagi pukul 10 hingga pukul 3 tengah malam, pengunjung dapat main sepuasnya. Biaya 1 kali bermainnya sekitar KRW2,700. Sepatu ubtuk sewa juga tersedia di sini, harganya KRW1,300.

4. World Ice Festival
World Ice Festival diadakan secara tahunan di Vivaldi Park, beroperasi pada pukul 10 pagi – 5.30 sore (waktu Korea), dari Senin – Jumat. Pada hari Sabtu dan Minggu buka sampai pukul 9 malam. Biaya tiket masuk untuk orang dewasa KRW10,000 dan anak-anak KRW8,000. World Ice Festival dikategorikan ke dalam 7 tema. Di sini kamu dapat bermain pelosotan salju dan melihat patung-patung yang terbuat dari es.

5. Amusement Park
Bagi kamu yang menyukai dunia fantasi, sempatkanlah diri kamu untuk bermain di sini. Dunia Fantasi ini terletak di dalam ruangan yang besar. Banyak sekali fasilitas permaianan yang disediakan di sini, seperti merry-go-round (kuda putar), revolving teacups (cangkir putar), bumper cars (boom-boom car), shooting range (tembak-tembakkan), dan masih banyak lagi. Harga tiketnya juga beragam dari KRW2,500 – KRW6,000.

***KURS MATA UANG, 1 KOREA WON = 12 RUPIAH***

Myeongdong (Seoul, Korea Selatan) ke Pulau Nami

Selamat datang ke Pulau Nami,

Pulau Nami
Pulau Nami

Pulau Nami adalah Pulau cantik yang harus dikunjungi oleh para pasangan-pasangan Dan penggemar drama Korea “Winter Sonata”. Pulau nan romantis ini berlokasi lebih dari 60km dari Myeongdong. Kamu bisa sampai ke sana dengan bus/ kereta.

Ke Pulau Nami dengan menggunakan kereta dari Stasiun Myeongdong.

Penjalanan dari Stasiun Myeongdong ke Stasiun Gapyeong (lokasi di mana Pulau Nami berlokasi) akan menempuh waktu lebih kurang 1 jam 30 menit. Kamu juga perlu untuk berganti jalur kereta sebanyak 3 kali, so jangan ketiduran ya, takutnya nanti kamu ketinggalan kereta selanjutnya.

Ayo kita mulai perjalanan ke Pulau Nami dengan kereta:

1. Dari Stasiun Myeongdong, pilihlah jalur kereta nomor 4 yang mengarah ke Stasiun Chungmuro untuk sampai ke Stasiun Museum Dongdaemun dan Taman Budaya.
2. Setelah sampai di Stasiun Museum Dongdaemun dan Taman Budaya, ganti ke jalur kereta nomor 2 dan naik kereta yang mengarah ke Stasiun Sindang untuk sampai ke Stasiun Wangsimni.
3. Sesampainya di Stasiun Wangsimni, gantilah ke jalur Jungang dan naiklah kereta yang mengarah ke Cheong-nyangni untuk sampai di Stasiun Mangu.
4. Setelah sampai di Stasiun Mangu, ganti lagi ke jalur Kyeongchun line and naiklah kereta yang menuju ke Stasiun Galmae untuk sampai di Stasiun Gapyeong, nah ini adalah destinasi kita.

Perjalanan dengan menggunakan kereta dari Myeongdong ke Gapyeong ongkosnya kira-kira KRW1,950 (T-money) atau KRW2,050 (Cash) untuk satu perjalanan.
Sesampainya di Stasiun Gapyeong,kamu harus mencari taksi lalu pergi ke pelabuhan kapal ferry, ongkosnya sekitar KRW2,500-KRW3,000. Kapal ferry akan membawa mu ke Pulau Nami. Kamu juga bisa berjalan dari Stasiun Gapyeong ke pelabuhan kapal ferry, tapi perjalanan ini cukup jauh lho kira-kira 30 menit-an, selain itu jalannya berkelok-kelok. Selain itu bagi yang ingin menghemat ongkos dan yang bisa sabar menunggu, mereka juga bisa menggunakan lokal bus ya.
Setelah sampai di pelabuhan kapal ferry, carilah loket penjualan tiket untuk membeli “pass masuk” ke Pulau Nami harganya KRW 8,000 (sudah termasuk tiket kapal ferry pergi ke Pulau Nami dan pulang dari Pulau Nami).

Kapal ferry ke Pulau Nami
Kapal ferry ke Pulau Nami

Ke Pulau Nami dengan menggunakan shuttle bus dari Myeongdong, Seoul

Perjalanan ke Pulau Nami tidak berangkat dari Myeongdong, tetapi berangkat dari Insadong dan hanya ada satu bus dalam satu hari. Pastikan kamu sudah memesan tiket busnya jauh-jauh hari ya. Pesanan bus tiket dapat dilakukan dengan menelefon ke nomor ini, +82-2-753-1247.

Ayo kita mulai perjalanan ke Pulau Nami dengan menggunakan shuttle bus:

1. Mulailah dengan menggunakan kereta dari Stasiun Myeongdong ke Insadong. Pertama-tama naiklah kereta dari Stasiun Myeongdong (jalur kereta nomor 4) ke Stasiun Seoul. Sesampainya di Stasiun Seoul, gantilah jalur ke nomor 1 dan naiklah kereta yang menuju ke Stasiun City Hall untuk tiba di Stasiun Jonggak.
2. Sesampainya di Stasiun Jonggak, keluarlah dari stasiun kereta dengan menggunakan “EXIT 3″. Berjalanlah 250 meter ke sebelah timur sampai kamu bertemu dengan Taman Tapgol. Halte bus tujuan ke Pulau Nami terletak di sebelah kanan Taman Tapgol, Insadong.
4. Naiklah bus yang menuju ke pelabuhan kapal ferry Pulau Nami.
Ingatlah, bus mulai berangkat dari Halte bus (Taman Tapgol, Insadong) pukul 9.30am (waktu Korea) dan bus akan membawa penumpang balik pada pukul 4pm (waktu Korea) dari pelabuhan kapal ferry Pulau Nami ke Taman Tapgol, Insadong).

Harga tiket shuttle bus dua kali perjalanan pergi dan pulang dari pelabuhan kapal ferry Pulau Nami adalah KRW23,000 (termasuk KRW8,000 pass masuk ke Pulau Nami dan tiket kapal ferry pergi dan pulang dari Pulau Nami).

Perjalanan dari Myeongdeong ke Pulau Nami baik menggunakan kereta atau shuttle bus sangat melelahkan, tetapi sesampainya di sana kamu akan merasa lega dan senang karena pemandangan nya yang menakjubkan dan suasananya yang romantis. Kamu pasti akan ingin mengunjungi Pulau Nami lagi dan lagi.

***KURS MATA UANG, 1 KOREA WON = 12 RUPIAH***

Sounds from the Circle VII – the Celebrated Annual Compilation of Global Artists – Promotes Over Four Hours of Lush, Culturally Diverse, and Captivating New Age Music.

New works span the globe on Sounds from the Circle VII

The Sounds from the Circle are ever-changing, as evolutionary and endless as the Circle itself. Every year, new artist members join the unique online community and contribute to its annual compilation, while others take pause to rest and rejuvenate, awaiting the next calling of their muse. For the seventh straight year, the New Age Music Circle – an online community of over 1700 artists – releases a refreshing new sampler presenting a microcosm of today’s vibrant international New Age music scene. It is available from participating artists in CD format, as a SFTC playlist on Spotify and via special promotions on Twitter @SoundsFTCircle using #SFTC7. There is also a dedicated presence on Youtube and Pinterest, a new outlet for this year’s release.

Sounds from the Circle VII is the seventh in a series produced by the founder of the network, New Age music consultant and pioneer, Suzanne Doucet of Only New Age Music, and associate produced by Beth Ann Hilton, of The B Company. If played continuously, Doucet says, Volumes 1 through 7 would provide approximately 28 hours of music, ranging from sweeping cinematic pieces to relaxing space music to exotic world beats. The producers and artists provide the compilation to hundreds of internet and terrestrial radio stations and websites around the world for airplay and giveaways.

Doucet says, “Each compilation takes on its own unique feeling, depending on the music submitted and how I am guided to curate it; this one, Volume 7, has a very lush sound to it overall. Since there is not one particular ‘New Age’ sound like in other music genres, our compilations are eclectic, yet carefully sequenced to take listeners on a relaxing sonic journey. When you look at the list of contributing artists, you’ll see that we include top composers from TV & Film, alongside GRAMMY® winners, ZMR Award winners and the best developing artists we can find from all over the world.”

Higher quantities of New Age albums than ever are being submitted to the world’s major music awards shows, and, Hilton – a media specialist in the niche — estimates, at least a dozen new media outlets dedicated to the genre have emerged in the last few years.

“New Age music is a very broad genre, and has updated its sound over time; it’s not what most people assume it to be,” Hilton says. “Most of the artists embracing the genre are individuals dedicated to making great music to help others – from either a healing or inspiring perspective – although others simply want to make incredible soundscapes. There is room for everyone. Many use their own time and money, self-publishing and self-distributing, because they can; they’re way ahead of the DIY curve. The best of this music has always been heartfelt, visionary, and painstakingly produced. You’ll hear achingly beautiful acoustic guitar, lush piano, didgeridoo, Native American flute, dulcimer, vocals, electronica, and sweeping instrumental pieces on SFTC7….and more. We’re very proud of these musicians and the music; they work very hard, and they have a lot of talent to share.”

Previous volumes of SFTC were lauded on renowned websites like New Age Music Odyssey, New Age Universe, and chosen as “Albums of the Year” by Reviews New Age and New Age World Music. In recent years, international radio programs such as Radio Despi’s La Otra Orilla in Spain or Radio Plenitude in France have dedicated entire programs to playing the compilation start to finish. Doucet and Hilton say they are eager to provide the compilation to any and all programmers who want copies for airplay and giveaways, available via e-mail request to bethhilton (at) theBcompany (dot) com, subject line: Radio Request.

The 49 participating artists and groups on SFTC VII’s include New Age Music Circle members (in chronological order) Ricky Kej & Wouter Kellerman, Fiona Joy, Minstrel Streams, Bryan Carrigan, Sean Christopher, Lia Scallon, Isadar, Spencer Brewer, Michael Dulin, Sherry Finzer, Jennifer DeFrayne, Pamela Jamian, Rupam Sarmah, Mythos, Lisa Downing, Peter Kater, Kristin Amarie and David Lanz, Denise Young, Anima, Merrill Collins, Bill Wren and Frank Ralls, Mark Pinkus, Tron Syversen, Louis Colaiannia, Michael Hoppé and Giuditta, Heidi Breyer, John Morgan, Joniel, Sensitive Heart, Peter Garnvik, Jerry Rockwell, 7and5, J. M. Quintana Cámara, Pete Calandra, Vibeke Sonora, Dr. Sounds, Michael Joseph, Anaya Music, Elise Lebec, Antje Nagula, Lynn Yew Evers, Natascha Wilczek, Tajalli, Zamora, Luna Blanca, Sunsaria, Suzanne Doucet, Jon Richards, and David Vito Gregoli.

This year, several thousands of the compilations are being distributed at music conferences such as MIDEM, the ZMR Awards and INATS, and conscious lifestyle events such as GATE, Sustainatopia, Whole Life Expo, Kirtan Festivals and more. Yoga Centers, massage therapists, office managers, and wellness practitioners who receive the album at such events enjoy the ability to play over four hours of relaxing music from a single CD.

The physical compilations, manufactured by TSI Digital Media, can be played in MP3-compatible CD players or in computer CD-ROM drives, and will download into iTunes. Packaging is a colorful eco-friendly cardboard sleeve with inserts listing each artist’s name, track, album title, cover art, and website address.

View the complete SFTC VII discography at Discogs, created by participating artist, Isadar.

For more information, media review copies, and promotional giveaways, contact Beth Ann Hilton, The B Company, bethhilton(at)theBcompany(dot)com, at 310-560-8390. To join the New Age Music Circle, simply go to http://newagemusik.ning.com,

About The New Age Music Circle & Sounds from the Circle VII:

The New Age Music Circle – an online community of over 1700 artists, industry professionals and fans –presents its seventh MP3 compilation in as many years with Sounds from the Circle VII. Produced by Suzanne Doucet, founder of the Circle, the compilations have become favorites among music fans as well as professional radio programmers and wellness practitioners who appreciate the ability to play almost four hours of music without stopping. Just a sampling of the New Age music sub-genres included are Mystical, Chill, Ambient, Meditative, Vocals, Nature, Trance, World, Solo Piano, Space, Electronic and more! Sounds from the Circle VII is available in both physical format and duplicated in online playlists. The Sounds of the Circle compilations are always eclectic, showcasing the wide range of inspiration, interpretation and musical vision within the New Age genre from countries across the globe including the USA, Canada, Australia, Argentina, Brazil, England, Scotland, India, Malaysia, Norway, Sweden, Germany, Singapore, Philippines, South Africa, Spain, Venezuela and more. Find out more about this music, or to join the New Age Music Circle at newagemusik.ning.com

SFTC VII participating artists and groups include:

Ricky Kej & Wouter Kellerman , Fiona Joy , Minstrel Streams , Bryan Carrigan , Sean Christopher , Lia Scallon , Isadar , Spencer Brewer , Michael Dulin , Sherry Finzer , Jennifer DeFrayne , Pamela Jamian , Rupam Sarmah , Mythos , Lisa Downing , Peter Kater , Kristin Amarie & David Lanz , Denise Young , Anima , Merrill Collins , Bill Wren & Frank Ralls , Mark Pinkus , Tron Syversen , Louis Colaiannia , Michael Hoppé & Giuditta , Heidi Breyer , John Morgan , Joniel , Sensitive Heart , Peter Garnvik , Jerry Rockwell , 7and5 , J. M. Quintana Cámara , Peter Calandra , Vibeke Sonora , Dr. Sounds , Michael Joseph , Anaya Music , Elise Lebec , Antje Nagula , Lynn Yew Evers , Natascha Wilczek , Tajalli , Zamora , Luna Blanca , Sunsaria , Suzanne Doucet , Jon Richards , David Vito Gregoli. Connect with them all at the New Age Music Circle at newagemusik.ning.com.


AP PHOTOS: Editor selections from Asia

AP PHOTOS: Editor selections from Asia
White tiger cubs peeked out at a zoo near Tokyo, while Thais and Burmese splashed water on each other during new year's holidays to cool off during the hottest season of the year. In other images from Asia last week, tears mixed with anger as families …
Read more on Yahoo News UK

5 fun facts about Singapore Zoo's Inuka, the first polar bear born in the tropics
SINGAPORE – Inuka, the first polar bear born in the tropics, turned 24 on Friday and celebrated his birthday with a giant ice kachang cake, a present from his keepers at the Singapore Zoo. The star of the zoo's Frozen Tundra exhibit got to enjoy some …
Read more on The Straits Times

gI_94451_Untitled-1

EGE (Waste to Energy Agency) Provide Exclusive Interview in the Run Up to Energy from Waste 2014


London, Southwark (PRWEB UK) 20 September 2014

Right across Europe, existing power stations are being converted to be able to use waste as a fuel instead of coal. In the UK around a fifth of power stations are likely to close by 2020. The government is coming under increasing pressure not just to keep energy prices low, but to keep the lights on. EfW won’t plug the gap as a whole, but it has a major role to play.

(Recycling & Waste World, Has energy from waste a role to play in the circular economy?, 2014)

SMi Group Speaks to Pal Mikkelsen, CEO, EGE (Waste to Energy Agency) regarding the challenges and regulations facing the Energy from Waste sector.

Interview Extract:

What are the main challenges facing the Energy from Waste sector in the EU?

“Low profitability due to poorly functioning markets [...] insufficient regulation and government control means that disposal continues to be the least expensive option for many EU countries [...] It is difficult to communicate and gain acceptance for the idea that waste energy is entirely renewable in the sense that it cannot be used elsewhere, and that this is the best way to utilise waste resources.”

How do you think new regulations will affect Energy from Waste sector?

“New regulations and increased focus on recycled material will reduce the total amount of waste for treatment, but shifting waste away from disposal will improve conditions for energy recovery.”

What are the main challenges for funding EfW projects?

“Long-term profit in a poorly functioning waste market, with an unstable energy marked. [...] Technologies (recycling, sorting, biological, Energy from Waste) are competing when they should be cooperating. The various areas within Energy from Waste are also in competition (combustion grates, gasification, plasma). This impedes the development of the market and makes it more ambiguous for politicians and for capital.”

This is just a snippet of the interview, to view the full version please visit the event download tab

Energy from Waste 2014 will provide the ideal platform for a complete industry overview with updates on an array of EfW projects, latest technology advances and innovations, regulatory framework, financing models, CHP and district heating projects, feedstock in the supply chain along with case studies from the UK and Europe . Speakers will include Ofgem, Green Investment Bank, Amey, Resource Efficiency Pathway, Waste to Energy Agency (Oslo), Merseyside Recycling and Waste and more at this year’s event.

Network with confirmed attendees including: Severn Trent Water, Nordic Investment Bank, LondonWaste, Doosan Power Systems, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Europe, Impetus Waste Management, Essex County Council… plus more at this year’s event

–END–

For more information and full programme details, please visit:

7th annual Energy from Waste

13-14 October, 2014

Marriott Regents Park Hotel, London, UK

http://www.waste-energy.net

About SMi Group

Established since 1993, the SMi Group is a global event-production company that specializes in Business-to-Business Conferences, Workshops, Masterclasses and online Communities. We create and deliver events in the Defence, Security, Energy, Utilities, Finance and Pharmaceutical industries.

We pride ourselves on having access to the world’s most forward thinking opinion leaders and visionaries, allowing us to bring our communities together to Learn, Engage, Share and Network. We hold events in over 30 major cities throughout the world including London, Paris and Singapore and to date have welcomed over 200,000 participants from 80 countries.

More information can be found at http://www.smi-online.co.uk.